Putri Sulung Putri Saddam Husein Muncul Bikin Panas Dingin di Timur Tengah

Nama Saddam Hussein tak bisa lepas dari Irak dan perang Timur Tengah. Namanya semakin mewarnai peta politik dunia saat Amerika Serikat menjadikannya buruan, yang berakhir dengan vonis hukuman mati. Kini Saddam Hussein tinggalah nama. Namun, sekarang muncul sosok lain yang siap menggantikan peran pria yang dikenal dunia sebagai pemimpin diktator.

Putri Sulung Putri Saddam Husein Muncul Bikin Panas Dingin di Timur Tengah
Raghad Saddam Hussein. /twitter.com/

BRITO.ID, BERITA IRAQ - Nama Saddam Hussein tak bisa lepas dari Irak dan perang Timur Tengah. Namanya semakin mewarnai peta politik dunia saat Amerika Serikat menjadikannya buruan, yang berakhir dengan vonis hukuman mati.

Kini Saddam Hussein tinggalah nama. Namun, sekarang muncul sosok lain yang siap menggantikan peran pria yang dikenal dunia sebagai pemimpin diktator.

Dia adalah putri sulung sang diktator bernama Raghad Saddam Hussein. Sekitar 15 tahun lamanya Raghad Saddam Hussein tak pernah tampil ke publik.

Namun, dia mendadak muncul di televisi. Kemunculannya itu langsung mengguncangkan rezim di sejumlah negara Timur Tengah.

Raghad Saddam Hussein langsung berbicara pada poin utama, yakni panggung poitik.

Dia mengutarakan hal itu pada saluran televisi satelit Arab Saudi, Al Arabiya pada Senin 15 Februari 2021 lalu seperti dikutip dari Middle East Monitor.

"Semuanya memungkinkan," jawab Raghad saat menjawab soal kemungkinan peran politiknya di Irak.

Raghad Saddam Hussein langsung menyoroti negara tetangganya Iran. Dia mengecam Iran yang dinilainya sudah terlalu jauh ikut campur masalah Irak.

"Orang-orang Iran berani mengganggu Irak setelah kekuatan yang nyata tak lagi berkuasa," jelasnya.

Munculnya putri sulung Saddam Hussein mengeluarkan pernyataan mengejutkan saat diwawancarai Sohab Charair.

Dia tegas mengatakan jika sangat mungkin terjun ke dunia politik di Irak seperti sang ayah.

Keinginan Raghad Saddam Hussein langsung memicu krisis diplomatik Timur Tengah, terutama Republik Irak, Kerajaan Arab Saudi, dan Yordania.

Ucapan Raghad Saddam Hussein langsung direspon Kementerian Luar Negeri Irak.

Pemerintah Irak langsung memprotes kemunculan Raghad di Al Arabiya TV. Hal itu dinilai pemerintah cukup mengguncang masyarakat Irak.

Segala upaya dilakukan Irak, termasuk membuat nota protes yang langsung dikirimkan ke Duta Besar Yordania dan Arab Saudi di Baghdad.

Sejauh ini, Raghad Saddam Hussein memilih tinggal Amman, Ibu Kota Yordania sejak 2003 lalu.

Dia memili Amman, saat Irak pada masa itu ditengah serbuan Sekutu Amerika Serikat. Kondisi Irak benar-benar hancur di tangan pasukan koalisi AS yang datang menyerbu Baghdad.

Tujuan utama AS saat itu adalah menggulingkan Saddam Hussein dari kursi kepresidenan dengan dalih adanya nuklir di Irak.***

Sumber: Pikiran Rakyat
Editor: Ari